Rabu, 21 Oktober 2015

No Khalwat Before Aqad




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Sahabatku yang dirahmati ALLAH..
"No khalwat before ‘aqad"
Gak ada khalwat sebelum ‘aqad..
yaaa, ‘aqad pernikahan tentunya..
kalau udah nikah..
terserahlah mau ngapain..
asalkan tetap berada dalam koridor-koridor syari’at..
Yang namanya khalwat tentu harus dijauhi..
sebagaimana terpapar jelas dalam sabdanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam..
لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما
“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.”
(H.R. Ahmad)
Namun seiring perkembangan zaman dan teknologi..
khalwat kini bukan hanya sekedar berdua-duaan secara langsung saja..
namun juga tak langsung..
misal, melalui sms’n, telpon’n, chatting’n, bbm’n dan beragam wasilah komunikasi lainnya..
Tak mengapa berkomunikasi dengan lawan jenis..
namun hanya untuk hal yang urgent saja..
ingat..
untuk hal yang urgen saja..
kalau cuman untuk basa-basi, (apalagi) PDKT ataupun modus-modusan..
udah..
jangan coba-coba deh..
bahaya..
mending dijauhin aja..
Tak sedikit lho..
yang awalnya..
cuman sms’n doang..
cuman telpon’n doang..
cuman temen’n doang..
namun akhirnya kebablasan..
(na’udzubillahi min dzalik)
Karna..
ketika khalwat terjadi..
setanpun pasti kan menghampiri..
terlebih lagi..
kita bukanlah malaikat..
yang tak bersyahwat..
Sahabatku..
Islam bukannya melarang komunikasi antara pria dan wanita..
namun membatasinya..
Sekian dan terima kasih..
smoga bermanfaat...
salam bujanghidn
barakallahu fikum..
wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh..

CINTA ??



Assalamu’alaikum..
Sahabatku..
mungkin tanpa kita sadari..
dengan adanya media yang senantiasa menjadi santapan sehari-hari..
baik itu media cetak maupun elektronik..
begitu juga dengan adanya pengaruh dari lingkungan sekitar..
kita telah terdoktrin..
dengan doktrin..
bahwa yang namanya cinta itu harus gini lho..!
cinta itu harus dibuktiin dengan..
p.a.c.a.r.a.n .!
“kalau kamu memang mencintainya..
maka kamu harus berpacaran
dengannya..!”
Pacaran yang di dalamnya dipenuhi dengan beragam aktivitas persyahwatan..
seperti ketika bermesra-mesraan dengan si ‘dia’, baik lewat sms’n, chatting’n, telpon’n dan beragam jenis komunikasi lainnya..
atau ketika malmingan bersamanya, jalan bareng sambil menggandeng tangannya, lalu pergi ke tempat-tempat sepi yang jauh dari keramaian kemudian memeluk atau bahkan sampai menciumnya dan akhirnya kebablasan..
(na'udzubillahi min dzalik)
alhasil..
dampak dari perpacaran ini..
betapa banyak wanita yang kehilangan kesuciannya karna sex pranikah..
yang telah hamil sebelum waktunya..
hingga melakukan aborsi dengan berbagai macam cara..
berdasarkan hasil survey pada tahun 2012 yang dilakukan oleh KOMNAS-PA di 17 kota besar di Indonesia..
dengan responden ±4.700 siswi SMP dan SMA..
tercatat..
62,7% pelajar SMP dan SMA sudah melakukan seks pra nikah..
artinya sudah tidak perawan lagi..
dan 21,2 %nya sudah melakukan aborsi..
(Sumber : http://muda.kompasiana.com/…/62-remaja-smp-sma-tidak-perawa…)
sungguh sebuah hasil yang sangat mengejutkan lagi memprihatinkan..
namun lagi-lagi masih ada saja yang meyakini bahwa..
“semua ini kulakukan karna cinta..”
Cinta..???
ah..
sudahlah..
coba kita bertanya pada hati nurani masing-masing..
apakah benar ini cinta..?
atau hanya syahwat semata..?!

There's No Pacaran in ISLAM




There's no pacaran in Islam..
although you label it with..
'pacaran islami'.
----------------
Bagaimanapun..
Islam tak membenarkan yang namanya pacaran..
skalipun pacaran itu dilabeli dgn 'pacaran islami', 'pacaran syar'i' atau beragam label lainnya..

Maaf, Bukannya Ku Sok Jual Mahal



"maaf, bukannya ku 'sok jual mahal', namun ku tak mau dianggap murahan.."
my sisters in Islam..
jadilah engkau 'perhiasan' terbaik dunia yang berharga lagi langka..
bukan 'batu' yang dapat ditemukan dimana saja..
keep calm and istiqomah
kiki emoticon

Ku Pergi Bukan Berarti Benci !



"ku pergi bukan berarti benci..
namun karna ku meyakini..
mencintai dalam diam itu jauh lebih terpuji..
dari pada kita tetap bersama..
namun dalam hubungan nan ilegal ini.."

Selasa, 08 September 2015

Karna Cinta Bukan Sekedar Kata-kata


karna cinta bukan sekedar kata-kata..
Ketika pacaran..
kamu tentu sering atau setidaknya pernah mengungkapkan perasaan cintamu pada si dia..
“sayang..aku cinta kamu”
“beb, ku sayang kamu”
“honey, I love U..”
Namun..
apakah iya..?
kamu benar-benar mencintai dan menyayanginya..??
“yaa..!
tentu..!
ku sangat mencintai dan
menyayanginya..”
Buktinya apaaa..?
Ingat..!
cinta bukan hanya sekedar kata-kata..
namun mestilah terealisasi dalam realita..
jadi..
Apakah bermesra-mesraan dengannya dalam hubungan yang tak halal ini bukti dari cintamu padanya..??
Apakah berdua-duaan dengannya di tempat yang sepi bukti dari cintamu itu..??
Apakah dengan menyentuhnya, memeluknya bahkan menciumnya adalah realisasi dari cintamu..??
padahal ia sama skali belum halal bagimu..
Atau apakah dengan merenggut kesuciannya merupakan bukti bahwa kamu benar-benar sangat mencintai dan menyayanginya..??
sahabatku..
Cinta adalah sesuatu yang positif..
maka tentu ia haruslah terealisasi dalam hal yang positif pula..
namun jika realita yang terjadi malah sebaliknya..
maka jelas..
itu bukan cinta..!
itu bukan sayang..!

Kamis, 02 April 2015

ciri-ciri kesesatan pemikiran JIL

1. pemikiran liberal ciri-cirinya | mendewakan apa yang mereka anggap sebagai 'isi' dan menyepelekan apa yang mereka anggap 'kulit'
2. liberalis menjauhkan Muslim dengan menyepelekan 'kulit' dan menekankan 'isi' | sekilas terlihat masuk akal, sejatinya sesat
3. "nggak penting kerudung-jilbabnya (kulitnya), yang penting baik (isinya)" | ini contoh pemikiran liberal
4. "nggak penting syariatnya (kulitnya), yang penting hasilnya (isinya) | ini pun contoh pemikiran liberal
5. "nggak penting shalat (kulitnya), yang penting ingat Allah (isinya)" | sama, inipun pemikiran liberal
6. "nggak masalah apapun agamanya (kulitnya), semua agama ajarin baik kok (isinya)" | contoh lagi pemikiran liberal
7. "syariat nggak perlu harus sesuai Rasulullah (kulitnya), zaman sudah berubah harus sesuaikan fakta (isinya)" | ini pun sama liberalnya
8. pemikiran liberal tanpa sadar menyusup dalam darah kita | mengalir deras seolah-olah itu adalah ide-ide Islam
9. karenanya perlu kita sampaikan konsep "amal yang diterima" dalam Islam | agar selamat dari pemikiran liberal
10. dalam Islam amal diterima bila mencakup 2 hal | 1) niat yang ikhlas karena Allah (bukan yang lain) dan 2) cara yang sesuai syar'i
11. dalam kajian lebih lanjut | disebut dengan fikrah (konsep/isi), thariqah (metode/kulit) dan uslub (cara)
12. maka dalam shalat | maka niat lillahi ta'ala adalah fikrah (konsep/isinya), sedang gerakan shalat adalah thariqah (metode/kulitnya)
13. dalam Islam niat (fikrah/konsep/isinya) harus karena Allah | dan cara (thariqah/metode/kulitnya) juga harus sesuai Allah
14. karenanya di dalam Al-Qur'an | setiap kata-kata "aamanu" (beriman) seringkali digandeng dengan "wa amilush shalihah" (beramal shalih)
15. niat yang ikhlas tanpa cara yang benar tiada pahala | sama sebagaimana cara yang benar tapi dilakukan niat riya
16. sedangkan uslub (cara) | maka ini bisa berbeda, bisa berubah, tergantung tempat, zaman, teknologi dan sebagainya
17. jadi bukan berarti Islam menolak modernisasi | namun Islam menolak liberalisasi
18. dalam dakwah contohnya | niat (fikrah) harus ikhlas, metode (thariqah) sesuai nabi, mengenai cara (uslub) bisa via ceramah, twitter dll
19. jadi Islam mewajibkan kita terikat pada fikrah dan thariqah | namun boleh berkreasi dalam uslub
20. misal hijab | ya mesti sesuai niat (ikhlas) dan bentuknya sesuai syariat (jilbab-khimar) | adapun uslub, misal jenis kain, boleh kreasi
21. jadi Islam bukan hanya asal intinya, kulitnya pun penting | bukan hanya asal hasilnya, prosesnya pun dihisab
22. bahkan pada banyak hal | Allah dan Rasul meminta kita fokus pada proses | bukan pada hasilnya
23. sama dalam perkara penegakan syariat Islam | hasil bukan satu-satunya hal penting | namun prosesnya pun tak kalah penting
24. kita ditolong Allah bukan karena seberapa banyak ibadah yang kita lakukan | namun dari seberapa kecil dosa yang kita hindarkan
25. jangan tertipu liberalis yang mencoba menjauhkan Muslim dari Allah | dengan logika manis namun sesat, logis namun maksiat
26. cukup bagi kita konsep Islam, dan metode Islam | kita Islam karenanya "kulit" kita Islam dan "isi" kita Islam
27. maafkan kami, sepertinya kami terlalu kagum dengan Islam | hingga tak sanggup membanggakan lain ide selain Islam

sumber : https://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw/posts/10151383701551351